Judul buku : Pengantar Ilmu Komunikasi
Penulis : Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc.
Tahun terbit : 2019 (cetakan ke-19)
Penerbit : PT. Raja Grafindo Persada, Depok
| https://shopee.co.id/Buku-Pengantar-Ilmu-Komunikasi-(Edisi-4)-Hafied-Cangara-Rajawali-i.11661108.609396970 |
BAB 8
KOMUNIKATOR
Komunikator adalah pihak
yang mengirim pesan kepada khalayak. Oleh karena itu, komunikator
biasa disebut pengirim, sumber, source
atau encoder. Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komuni-kator
memegang peranan yang sangat penting, terutama
dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu, seorang komunikator harus terampil berkomunikasi, dan
juga kaya ide serta penuh daya kreativitas.
Mengenal diri
sendiri
Komunikasi yang dilakukan
tanpa mengena sasaran, yang akan disalahkan adalah komunikatornya. Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadinya suatu proses
komunikasi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, mengenal
diri adalah suatu hal yang sangat penting jika kita menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat. Sebab
dengan mengenal diri, kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada pada
diri kita.
Wilayah Terbuka
Pada wilayah terbuka kita
mengenal diri kita dalam hal kepribadian, kelebihan
dan kekurangan. Dengan demikian, jika
kita ingin sukses dalam berkomunikasi, kita
harus mampu mempertemukan keinginan kita dan keinginan orang lain. Kalau kita
ingin menang sendiri dengan cara mendesakkan kehendak kita pada orang lain, hal
itu dapat mengundang terjadinya konflik. Sebaliknya jika wilayah terbuka ini makin mengecil berarti
komunikasi kita cenderung makin tertutup.
Wilayah Buta
Dalam berbagai kasus, banyak
orang tidak mengetahui kelemahannya, bahkan
ia berusaha menyangkal kalau hal itu ada pada dirinya. Menurut Joseph Luft dan Harrington, wilayah
buta ini ada pada setiap manusia dan sulit dihapuskan sama sekali, kecuali
mengurangi.
Wilayah Tersembunyi
Ada dua konsep yang erat
hubungannya dengan wilayah tersembunyi, yakni
over disclose dan under disclose. Over disclose ialah sikap terlalu banyak mengungkapkan sesuatu, sehingga
hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga diutarakan. Misalnya
konflik dalam rumah tangganya, utangnya, dan
lain sebagainya. Sedangkan under disclose ialah sikap terlalu menyembunyikan
sesuatu yang seharusnya dikemukakan. Dalam pengobatan gangguan kejiwaan misalnya, sikap
under disclose dapat menyulitkan psikiater, sebab
pasien sangat sulit menyampaikan informasi yang diperlukan untuk pengobatan
dirinya. Sikap lain dari under disclose ini, ialah
terlalu banyak tahu tentang orang lain, namun
tidak mau bicara tentang dirinya. Memiliki wilayah tersembunyi ini bisa juga mempunyai keuntungan
pada diri seseorang kalau dilakukan secara wajar. Namun, kalau
under disclose ini muncul, akan
menyulitkan tercapainya suatu komunikasi yang mengena.
Wilayah Tak Dikenal
Wilayah tak dikenal adalah wilayah yang paling kritis dalam komunikasi. Sebab selain kita sendiri yang tidak mengenal diri, juga orang lain tidak mengetahui siapa kita. Orang yang ingin sukses bermasyarakat, ia
harus memperbesar wilayah terbuka. Selain konsep
Johari Window, ada juga konsep diri yang diperkenalkan oleh Weaver . Self awareness ialah proses menyadari diri tentang siapakah aku, di
mana aku berada dan bagaimana orang lain memandang diriku. Jika orang
sadar pada dirinya, apa yang terjadi akan diterimanya sebagai kenyataan . Dengan
menerima kenyataan itu, orang baru dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan potensi
yang dimilikinya.
Orang akan frustrasi kalau
ia memiliki keinginan yang besar, sementara
potensi yang dimiliki untuk itu tidak menunjang. Jadi, kalau kita memiliki keinginan untuk maju , maka
keinginan itu perlu diungkapkan atau dikomunikasikan, apakah
itu secara terang-terangan atau terselubung, agar
orang lain dapat mengetahuinya . Keinginan untuk menampakkan self disclose merupakan jendela atau
etalase yang dibuat untuk memperlihatkan diri. Seorang
pakar komunikasi pernah menganjurkan bahwa jika orang ingin terkenal atau
menjadi orang besar, ia harus berusaha mengurangi sikap malu dan berani untuk
tampil. Untuk mencapai komunikasi yang mengena, seorang komunikator selain mengenal dirinya, ia juga harus memiliki kepercayaan , daya tarik , dan kekuatan .
Kepercayaan
Kredibilitas ialah seperangkat persepsi tentang
kelebihan-kelebihan yang dimiliki sumber sehingga diterima atau diikuti oleh
khalayak . Kredibilitas menurut Aristoteles, bisa
diperoleh jika seorang komunikator memiliki ethos, pathos, dan
logos. James McCroskey lebih jauh menjelaskan bahwa kredibilitas seorang
komunikator dapat bersumber dari kompetensi , sikap , tujuan , kepribadian , dan
dinamika . Menurut
bentuknya kredibilitas dapat dibedakan atas tiga macam, berikut.
a. Initial credibility adalah kredibilitas
yang diperoleh komunikator sebelum proses komunikasi berlangsung.
b.
Derived
credibility adalah kredibilitas yang diperoleh seseorang pada saat
komunikasi berlangsung.
c.
Terminal
credibility adalah kredibilitas yang diperoleh seorang
komunikator setelah pendengar atau pembaca mengikuti ulasannya.
Kredibilitas seorang
komunikator bisa berubah bila terjadi perubahan khalayak, topik, dan
waktu. Artinya kredibilitas seorang pembicara pada suatu tempat belum
tentu bisa sama di tempat lain kalau khalayaknya berubah.
Daya Tarik
Pendengar atau pembaca bisa saja mengikuti pandangan seorang
komunikator, karena ia memiliki daya tarik dalam hal kesamaan , dikenal
baik , disukai , dan
fisiknya . Kesamaan di sini dimaksudkan bahwa orang bisa tertarik pada
komunikator karena adanya kesamaan demografis, seperti
bahasa, agama, suku, daerah
asal, partai atau ideologi. Alexis Tan, seorang
peneliti komunikasi menemukan dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, masyarakat
lebih banyak dipengaruhi oleh kesamaan ideologi daripada kesamaan ras dan agama. Komunikator yang sudah terkenal kepiawaiannya akan mudah diterima, sebab
khalayak tidak akan ragu terhadap kemampuan atau kejujurannya. Sebaliknya
bisa juga terjadi khalayak tidak mau mendengarkannya kalau si komunikator
pernah berbuat sesuatu yang kurang berkenan di hati mereka.
Menyukai artinya komunikator
yang memiliki kesamaan dan sudah dikenal, pada
akhirnya akan disenangi oleh khalayak. Mengenai
penampilan fisik atau postur badan, seorang
komunikator sedapat mungkin memiliki bentuk fisik yang sempurna. Sebab fisik
yang cacat bisa menimbulkan ejekan sehingga mengganggu jalannya komunikasi, apakah
itu karena lelaki yang bersuara perempuan, atau
terlalu kurus dan sebagainya. Fisik yang gagah dan cantik akan menawan penerima, apalagi
kalau disertai kemampuan menguasai masalah yang dibawakannya. Hal itu juga diakui oleh para mahasiswi ilmu komunikasi di Fisip
Unhas, ketika penulis tanya. Hanya saja mereka memberi catatan bahwa selain fisik yang bagus, juga
memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga tampak elegan.
Kekuatan
Kekuatan bisa juga diartikan
sebagai kekuasaan di mana khalayak dengan mudah menerima suatu pendapat kalau
hal itu disampaikan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Meski kekuasaan tidak selamanya menjadi prasyarat bagi seseorang
komunikator yang ingin sukses, tapi
minimal ia harus memiliki kredibilitas dan daya tarik . Kemampuan
untuk menumbuhkan kredibilitas dan daya tarik sangat ditentukan oleh kemampuan
seseorang untuk berempathy. Jika
seorang komunikator memiliki sikap empathy, pada
akhirnya ia akan memperoleh simpati , berupa
rasa hormat dari khalayaknya.
BAB 9
PESAN
(KODE VERBAL DAN NON VERBAL)
Membicarakan pesan dalam proses komunikasi, kita tidak bisa melepaskan diri dari apa yang disebut simbol dan
kode, karena pesan yang dikirim komunikator kepada penerima terdiri atas
rangkaian simbol dan kode.
Simbol dan Kode
Manusia dalam keberadaannya memang memiliki keistimewaan dibanding
dengan makhluk lainnya. Selain kemampuan daya pikirnya , manusia
juga memiliki keterampilan berkomunikasi yang lebih indah dan lebih
canggih , sehingga dalam berkomunikasi mereka bisa mengatasi rintangan
jarak dan waktu. Manusia mampu menciptakan simbol-simbol dan memberi arti pada
gejala-gejala alam yang ada di sekitarnya, sementara
hewan hanya dapat mengandalkan bunyi dan bau secara terbatas. Di dalam kehidupan sehari-hari, sering
kali kita tidak dapat membedakan pengertian antara simbol dan kode.
Bahkan banyak orang
menyamakan kedua konsep itu. Simbol adalah lambang yang memiliki suatu objek, sementara
kode adalah seperangkat simbol yang telah disusun secara sistematis dan teratur
sehingga memiliki arti. Sebuah simbol yang tidak memiliki arti bukanlah kode. Lampu pengatur lalu lintas yang dipasang di pinggir jalan misalnya
adalah simbol polisi lalu lintas, sedangkan
simbol warna yang telah disusun secara teratur menjadi kode bagi pemakai jalan. Begitu juga
halnya dengan letusan misalnya, ia
adalah simbol dari senjata atau ban mobil yang pecah. Akan tetapi
kalau letusan itu berlangsung 21 kali, ia
menjadi kode penghormatan kepada tamu negara. Banyak kesalahan komunikasi terjadidalam masyarakat karena tidak
memahami simbol-simbol lokal. Pemberian arti pada simbol adalah suatu proses komunikasi yang
dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya yang berkembang pada suatu masyarakat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Semua kode memiliki unsur nyata;
b.
Semua
kode memiliki arti;
c.
Semua
kode tergantung pada persetujuan para pemakainya;
d.
Semua
kode memiliki fungsi;
e. Semua kode dapat dipindahkan, apakah melalui media atau
saluran-saluran komunikasi lainnya.
Kode pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam, yakni
kode verbal (bahasa) dan kode nonverbal (isyarat).
Kode Verbal
Kode verbal dalam
pemakaiannya menggunakan Bahasa. ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang
efektif. Ketiga fungsi itu, ialah:
a. Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita;
b. Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia;
c. Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
Untuk mempelajari dunia
sekeliling kita, bahasa menjadi peralatan yang sangat penting dalam memahami
lingkungan. Melalui bahasa, kita
dapat mengetahui sikap, perilaku dan pandangan suatu bangsa, meski
kita belum pernah berkunjung ke negaranya. Bahasa mengembangkan pengetahuan kita, agar
kita dapat menerima sesuatu dari luar dan juga berusaha untuk menggambarkan
ide-ide kita kepada orang lain. Melalui
bahasa nasional, orang bisa berhubungan tanpa memandang agama dan warna kulit. Bahasa bukan hanya membagi pengalaman, tetapi
juga membentuk pengalaman itu sendiri.
Kode Nonverbal
Manusia dalam berkomunikasi
selain memakai kode verbal juga memakai kode nonverbal. Kode
nonverbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam . Perhatian
para ahli untuk mempelajari bahasa nonverbal diperkirakan dimulai sejak 1873, terutama
dengan munculnya tulisan Charles Darwin tentang bahasa ekspresi wajah manusia. Oleh sebab itu, Mark Knapp (1978) menyebut bahwa
penggunaan kode nonverbal dalam berkomunikasi memiliki fungsi untuk:
a. Meyakinkan apa yang diucapkannya (repetition);
b. Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa diutara-kan dengan kata-kata (substitution);
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity);
d. Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna.
Dari berbagai studi yang pernah dilakukan sebelumnya,
kode nonverbal dapat dikelompokkan dalam beberapa bentuk, antara lain:
a. Kinesics
Ialah kode nonverbal yang ditunjukkan oleh
gerakan-gerakan badan. Gerakan-gerakan badan bisa dibedakan atas lima macam
berikut.
1.
Emblems
2.
Illustrators
3.
Affect
Displays
4.
Regulators
5.
Adaptory
b. Gerakan
Mata (Eye Gaze)
Mark Knapp dalam risetnya menemukan empat fungsi utama
gerakan mata, yakni sebagai berikut.
1) Untuk
memperoleh umpan balik dari seorang lawan bicaranya. Misalnya dengan
mengucapkan bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?
2)
Untuk
menyatakan terbukanya saluran komunikasi dengan tibanya waktu untuk bicara.
3) Sebagai
sinyal untuk menyalurkan hubungan, di mana kontak mata akan meningkatkan
frekuensi bagi orang yang saling memerlukan.
4)
Sebagai
pengganti jarak fisik.
c. Sentuhan
(Touching)
Touching Ialah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan
badan. Menurut bentuknya sentuhan badan dibagi atas tiga macam berikut.
1. Kinesthetic,
ialah isyarat yang ditunjukkan dengan ber-gandengan tangan satu sama lain,
sebagai simbol keakraban atau kemesraan.
2.
Sociofugal,
ialah isyarat yang ditunjukkan dengan jabat tangan atau saling merangkul.
3. Thermal,
ialah isyarat yang ditunjukkan dengan sentuhan badan yang terlalu emosional
sebagai tanda persahabatan yang begitu intim.
d. Paralanguage
Paralanguage ialah isyarat yang ditimbulkan dari tekanan
atau irama suara sehingga penerima dapat memahami sesuatu dibalik apa yang
diucapkan.
e. Diam
Dalam kehidupan kita sehari-hari, sikap
berdiam diri sangat sulit diterka, apakah
orang itu malu, cemas atau marah. Banyak orang mengambil sikap diam karena tidak mau menyatakan
sesuatu yang menyakitkan orang lain, misalnya
menyatakan "tidak". Namun dengan bersikap diam, juga
dapat menyebabkan orang bersikap ragu. Oleh karena itu, diam
tidak selamanya berarti menolak sesuatu, tetapi
juga tidak berarti menerima. Hal ini
sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Frank M. Garafola, bahwa
a smart man knows what to say, but a
wise man knows whether or not to say it. Untuk memahami sikap diam, kita
perlu belajar terhadap budaya atau kebiasaan-kebiasaan seseorang.
f. Bentuk Tubuh
Well dan Siegel dua orang ahli psikologi melalui studi
Orang lahir ditakdirkan dengan berbagai bentuk tubuh. yang mereka
lakukan, berhasil menggambarkan bentuk- bentuk tubuh manusia dengan
karakternya. Kedua ahli ini membagi bentuk tubuh atas tiga tipe, yakni
ectomorphy bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh kurus tinggi, mesomorphy
bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh tegap, tinggi
dan atletis, dan endomorphy bagi mereka yang memiliki bentuk tubuh pendek, bulat, dan
gemuk. Pada tubuh yang bertipe ectomorphy dilambangkan sebagai orang yang
punya sikap ambisi, pintar, kritis, dan
sedikit cemas.
g.
Kedekatan dan Ruang (Proximity and Spatial)
Proximity adalah kode nonverbal yang menunjukkan
kedekatan dari dua objek yang mengandung arti. Proximity dapat dibedakan atas
territory atau zone. Edward T. Hall (1959) membagi kedekatan menurut territory
atas empat macam, yakni:
1.
Wilayah
Intim (rahasia), yakni kedekatan yang berjarak antara 3-18 inchi.
2.
Wilayah
Pribadi, ialah kedekatan yang berjarak antara 18 inchi hingga 4 kaki.
3.
Wilayah
Sosial, ialah kedekatan yang berjarak antara 4 sampai 12 kaki.
4.
Wilayah
Umum (publik), ialah kedekatan yang berjarak antara 4 sampai 12 kaki atau
sampai suara kita terdengar dalam jarak 25 kaki.
h. Artifak
dan Visualisasi
Hasil seni juga banyak memberi isyarat yang mengandung arti. Para
antropolog dan arkeolog sudah lama memberi perhatian terhadap benda-benda yang
digunakan oleh manusia dalam hidupnya, antara
lain artifacts. Artifact adalah hasil kerajinan manusia , baik
yang melekat pada diri manusia maupun yang ditujukan untuk kepentingan umum. Artifact
ini selain dimaksudkan untuk kepentingan estetika, juga
untuk menunjukkan status atau identitas diri seseorang atau suatu bangsa.
i. Warna
Hal ini bisa dilihat pada bendera nasional masing- masing, serta
upacara-upacara ritual lainnya yang sering dilambangkan dengan warna-warni.
j.
Waktu
Ungkapan Time is Money membuktikan bahwa waktu itu sangat
penting bagi orang yang ingin maju. Oleh karena itu, orang
yang sering menepati waktu dinilai sebagai orang yang berpikiran modern. Waktu
mempunyai arti tersendiri dalam kehidupan manusia. Meskipun waktu bagi masyarakat awam sering kali di-kaitkan dengan
kepercayaan mereka, namun bagi orang-orang yang sudah berpendidikan tinggi, waktu
dilihat dari perspektif musim. Misalnya musim kemarau dan musim hujan yang sangat memengaruhi
aktivitas mereka.
k. Paralanguage
Kalau paralanguage dimaksudkan sebagai tekanan
suara yang keluar dari mulut untuk menjelaskan ucapan verbal, banyak bunyi-bunyian yang dilakukan sebagai tanda isyarat yang
tidak dapat digolongkan sebagai paralanguage.
l. Bau
Bau juga menjadi kode nonverbal. Selain
digunakan untuk melambangkan status seperti kosmetik, bau
juga dapat dijadikan sebagai petunjuk arah.
Teknik Pengelolaan Pesan
Menurut Cassandra, ada
dua model dalam penyusunan pesan, yakni
penyusunan pesan yang bersifat informatif, dan
penyusunan pesan yang bersifat persuasif.
Penyusunan Pesan yang Bersifat Informatif
Model penyusunan pesan yang bersifat informatif lebih banyak
ditujukan pada perluasan wawasan dan kesadaran khalayak. Prosesnya
lebih banyak bersifat difusi atau penyebaran, sederhana, jelas, dan
tidak banyak menggunakan jargon atau istilah-istilah yang kurang populer di
kalangan khalayak. Ada empat macam penyusunan pesan yang bersifat informatif, yaitu
sebagai berikut.
a.
Space Order,
b. Time Order
c.
Deductive
Order,
d.
Inductive
Order,
Penyusunan Pesan yang Bersifat Persuasif
Model Penyusunan pesan yang bersifat persuasif
memiliki tujuan untuk mengubah persepsi, sikap, dan pendapat khalayak. Ada
beberapa cara yang dapat digunakan dalam penyusunan pesan yang memakai teknik
persuasi, di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Fear appeal
ialah metode penyusunan atau penyampaian pesan dengan menimbulkan rasa
ketakutan kepada khalayak.
b. Emotional
appeal ialah cara penyusunan atau penyampaian pesan dengan berusaha menggugah
emosional khalayak.
c. Reward
Appeal pesan dengan menawarkan janji-janji kepada khalayak. Mengenai penyusunan atau penyampaian pesan dengan
metode reward appeal, Heilman dan Garner dalam risetnya menemukan
bahwa khalayak cenderung menerima pesan atau ide yang penuh janji-janji
daripada pesan yang disertai dengan ancaman.
d.
Motivational
appeal ialah teknik penyusunan pesan yang dibuat bukan karena janji-janji, tetapi disusun untuk menumbuhkan internal psikologis khalayak
sehingga mereka dapat mengikuti pesan-pesan itu.
e. Humorious
appeal ialah teknik penyusunan pesan yang disertai dengan humor, sehingga dalam penerimaan pesan khalayak tidak merasa jenuh. Pesan yang
disertai humor mudah diterima, enak
dan menyegarkan.
Ada tiga teori yang membicarakan tentang
penyusunan dan penyampaian pesan, yaitu:
a. Teori ini
menunjukkan bahwa bila pesan sering kali diulang, panjang
dan cukup keras, pesan itu akan berlalu dari khalayak.
b. Bahwa suatu
pesan yang dikemas dengan cantik, kemudian
ditawarkan dengan daya persuasi, khalayak
akan tertarik untuk memiliki ide itu.
c. Bila suatu
ide tidak disampaikan kepada orang lain, mereka
tidak akan memegangnya dan menanyakannya. Oleh karena itu, mereka
tidak akan membuat pendapat tentang ide itu.
Suatu hal yang tidak bisa
dilupakan bahwa, proses komunikasi tidak bisa dilepaskan dari tiga hal, yakni
pujian, kritik, dan
perintah. Ketiga hal ini memerlukan teknik dan strategi berkomunikasi
sehingga khalayak bisa menerima dengan senang hati.
BAB 10
MEDIA
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan
pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi
antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah
pancaindra manusia, seperti mata dan telinga. Dalam buku ini media yang digolongkan atas empat macam, yakni
media antarpribadi, media kelompok, media
publik, dan media massa.
Media
Antarpribadi
Untuk hubungan perorangan , media yang tepat digunakan ialah kurir , surat, dan telepon. Kurir banyak digunakan oleh orang-orang dahulu kala untuk menyampaikan pesan. Surat dapat menampung pesan-pesan yang sifatnya pribadi, tertutup, dan tak terbatas oleh waktu dan ruang. Media komunikasi antarpribadi lainnya ialah telepon. Telepon lebih banyak digunakan untuk kepentingan bisnis, kantor, organisasi, dan urusan keluarga. Selain memiliki kelebihan dalam kecepatan pengiriman dan penerimaan pesan, telepon juga semakin murah biayanya. Di bandingkan 75 tahun yang lalu jika orang menelepon dari New York ke London biayanya US $ 250 per 3 menit, tahun 1970 menurun menjadi $ 30, dan pada tahun 1999 biayanya tinggal 20 cent. Telepon juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi pada hal-hal tertentu yang sulit dilakukan dalam situasi tatap muka, misalnya penagihan utang, penawaran, dan penolakan terhadap sesuatu.
Media Kelompok
Rapat biasanya digunakan
untuk membicarakan hal-hal penting yang dihadapi oleh suatu organisasi. Seminar
adalah media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri oleh khalayak tidak lebih
dari 150 orang. Seminar biasanya membicarakan topik-topik tertentu yang hangat
dipermasalahkan oleh masyarakat. Konferensi adalah media komunikasi kelompok yang biasanya dihadiri
oleh anggota dan pengurus dari organisasi tertentu. Ada juga
orang dari luar organisasi, tapi
biasanya dalam status sebagai peninjau. Materi yang dibahas umumnya berkisar masalah internal dan
eksternal organisasi. Pertemuan seperti ini biasa digunakan istilah kongres atau
muktamar oleh organisasi yang mempunyai massa banyak. Media
kelompok masih banyak ditemukan dalam masyarakat pedesaan dengan memakai banyak
nama, antara lain tudang Sipulung di Sulawesi Selatan, banjar
di Bali, rembuk desa di Jawa, dan
sebagainya. Sementara bagi masyarakat kota media kelompok banyak digunakan
dalam bentuk organisasi profesi, organisasi
olahraga, pengajian, arisan, dan
organisasi sosial lainnya.
Media Publik
Kalau khalayak sudah lebih
dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media
publik, misalnya rapat akbar, rapat
raksasa dan semacamnya. Dalam rapat akbar, khalayak
berasal dari berbagai macam bentuk, namun
masih mempunyai homogenitas, misalnya
kesamaan partai, kesamaan agama, kesamaan
kampung, dan lain-lain. Dalam rapat akbar khalayak melihat langsung pembicara yang tampil
di atas podium, bahkan biasanya sesudah mereka berbicara, mereka
turun berjabat tangan dengan para pendengar sehingga terjalin keakraban di
antara mereka meski kadangkala pembicara tidak dapat mengidentifikasi satu
persatu pendengarnya.
Media Massa
Media massa adalah alat yang digunakan dalam
penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi. Karakteristik
media massa ialah sebagai berikut.
1. Bersifat melembaga
2.
Bersifat
satu arah
3.
Meluas dan serempak
4.
Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti
radio,televisi, surat kabar, dan
semacamnya.
5.
Bersifat terbuka
Surat Kabar
Surat kabar boleh dikata sebagai media massa tertua sebelum
ditemukan film, radio, dan
TV. Surat kabar dapat dibedakan atas periode terbit, ukuran, dan
sifat penerbitannya. Dilihat dari sejarah perkembangannya, surat kabar telah ada jauh sebelum ditemukannya mesin cetak oleh
John Gutenberg pada 1450 di Mainz, Jerman. Surat kabar pada masa itu umumnya masih ditulis dengan tangan dan
diperjualbelikan antara pelanggan dengan penulis dan pembuat berita, sementara mesin cetak pada mulanya diprioritaskan hanya untuk
menetak buku-buku agama. Pada Perkembangan di Eropa Surat kabar pertama berhasil dicetak di Eropa ialah Aviso di
Wolfenbuttel, Jerman pada 1609, kemudian
menyusul Relations di Strahbourg dalam tahun itu juga. Lalu
berturut-turut surat kabar Oxford Gazette di Inggris , Gazette
di Prancis oleh Theophraste Renaudot.
Percetakan pertama di Amerika Serikat dibangun pada tahun 1638 di Harvard University. yakni surat kabar Public Occurance di Boston . Surat kabar ini diterbitkan oleh Benyamin Harris, seorang pengusaha percetakan yang pindah dari London. Pada perkembangan di Asia, Surat kabar pertama terbit di Indonesia yakni Betaviaise Nouvelles en Politigue Raisoven Mensen pada 1744 dalam bahasa Belanda. Surat kabar berbahasa Melayu ialah Bromartini di Surakarta pada 1855, menyusul surat kabar Bahasa Melayu di Surabaya pada 1856. Sampai memasuki tahun 1920 terdapat 18 surat kabar berbahasa Belanda dan 12 surat kabar berbahasa Melayu dan lokal yang terbit di Indonesia. Di Sumatra sendiri surat kabar pertama ialah Pewarta Deli yang terbit pada 1920 dan di Sulawesi Suasana Baru pada 1932. Di Singapore, surat kabar pertama yang terbit adalah Prince of Wales Island Gazette , kemudian disusul surat kabar Singapore Chronicle , sedangkan di Malaysia dimulai pada 1838 dengan terbitnya surat kabar Penang Gazette, lalu surat kabar The Strait Times yang masih terbit sampai sekarang.
Film
Film dalam pengertian sempit adalah penyajian gambar lewat layar lebar, tetapi dalam pengertian lebih luas bisa juga termasuk yang disiarkan TV. Memang sejak TV menyajikan film-film seperti yang diputar di gedung-gedung bioskop, terdapat kecenderungan orang lebih senang menonton di rumah, karena selain lebih praktis juga tidak perlu membayar. Film dengan kemampuan daya visualnya yang didukung audio yang khas, sangat efektif sebagai media hiburan dan juga sebagai media pendidikan dan penyuluhan. Film bisa diputar berulang kali pada tempat dan khalayak yang berbeda. Memang ada kecenderungan film-film bioskop menurun setelah televisi berhasil menayangkan film-film bioskop lewat layar kaca. Tetapi para pengusaha film tidak kehilangan akal, mereka mencoba mengembangkan layar lebar dengan sistem tiga dimensi. Begitu juga gedung-gedung bioskop dirancang untuk memberi pilihan yang banyak kepada penonton.
Radio
Salah satu kelebihan medium radio dibanding dengan media lainnya, ialah
cepat dan mudah dibawa ke mana-mana. Hasil
penelitian membuktikan bahwa para remaja di Amerika Serikat rata-rata lebih
banyak waktunya untuk mendengar radio dibanding dengan menonton TV. Ini
dibuktikan dengan makin banyaknya stasiun radio yang didirikan di Amerika di
samping pertumbuhan stasiun TV. Kecanggihan media radio lebih hebat lagi ketika transistor
ditemukan pada 1949 oleh William Shockley. Sesudah itu radio makin mendapat tempat di hati pendengarnya, bukan
saja sebagai sumber informasi yang cepat, tetapi
juga sebagai alat hiburan yang mudah dibawa ke mana-mana, apakah
itu di kantor, di mobil, di
kereta, di gunung, di
pesawat, dan sebagainya.
Dalam berbagai bentuk yang mudah dibawa ke mana-mana, radio makin menjadi trend di kalangan orang yang suka melakukan perjalanan menjadikan radio sebagai teman. Di Indonesia diperkirakan ada 36 juta radio penerima yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Pertumbuhan stasiun-stasiun radio FM di kota-kota besar maupun di ibukota-ibukota kabupaten makin banyak mengalami kemajuan, selain sebagai penyebar informasi yang cepat untuk komunitas tertentu, juga sebagai saluran hiburan,iklan, dan sarana dakwah.
Televisi
Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan pada masyarakat Amerika, ditemukan bahwa hampir setiap orang di benua itu menghabiskan waktunya antara 6-7 jam per minggu untuk menonton TV. Waktu yang paling tinggi terserap pada musim dingin. Sementara itu, di Indonesia pemakaian TV di kalangan anak-anak meningkat pada waktu libur, bahkan bisa melebihi delapan jam per hari. Hal ini disebabkan televisi memiliki sejumlah kelebihan, terutama kemampuannya dalam menyatukan antarfungsi audio dan visual, ditambah dengan kemampuannya memainkan warna. Penonton leluasa menentukan saluran mana yang mereka senangi. Selain itu, TV juga mampu mengatasi jarak dan waktu sehingga penonton yang tinggal di daerah-daerah yang terpencil dapat menikmati siaran TV.
Komputer
Komputer sering kali disebut sebagai otak tiruan. kehadiran komputer telah banyak membawa perubahan terutama dalam mempermudah tugas-tugas jurnalistik seperti pengiriman dan pengolahan berita secara elektronik. Demikian pula bagi kantor-kantor seperti perbankan dan keuangan, perencanaan, dan bisnis data menjadi sarana dalam membantu pengambilan keputusan yang cepat, murah, aman, dan akurat.
Satelit Komunikasi
Karena ide Arthur C. Clarke seorang mantan penerbang Inggris yang menyatakan bahwa manusia pada suatu masa bisa berkomunikasi tanpa
rintangan dengan memasang satelit komunikasi di atas eguator pada ketinggian 22.000 mil atau kira-kira 36.000 km di
atas permukaan bumi. Ide Clarke ini telah menggugah rasa ingin tahu para ilmuwan
laboratorium elektronik di berbagai negara, Rasa
ingin tahu itu akhirnya membuahkan hasil dengan diluncurkannya satelit pertama
SPUTNIK oleh Rusia pada 1957. Lima tahun sesudah itu, tepatnya
tanggal 10 Juli 1962 Amerika Serikat berhasil meluncurkan satelit pertamanya
TELSTAR, lalu disusul dengan EARLY BIRD . Akhirnya
berturut- turut Amerika berhasil meluncurkan satelit INTELSAT pada 1966, 1968, dan
1971. Satelit Intelsat ini melayani jaringan telekomunikasi seperti
pengiriman kata dan gambar untuk 108 negara anggota. Indonesia
sebagai anggota juga menggunakan Intelsat ini melalui kerja sama antara
Indonesia dengan ITT Amerika pada 9 Juni 1967 dengan didirikannya stasiun bumi
Jatiluhur.
Satelit ini kemudian berhasil diluncurkan dari pusat angkasa luar Kennedy di Cape Canaveral, Florida pada 8 Juli 1976. Satelit milik Indonesia ini diberi nama PALAPA. Sejak 1976 hingga 2006 Indonesia telah berhasil meluncurkan beberapa satelit komunikasi yang berkapasitas antara 24 sampai 34 transporder. Peningkatan kapasitas transporder ini disebabkan karena makin tingginya pemakaian saluran satelit, baik oleh pemerintah maupun swasta yang bergerak di sektor jasa telekomunikasi. Dengan menggunakan satelit komunikasi, Indonesia telah banyak mengambil keuntungan untuk pembangunan nasional, di antaranya untuk peningkatan jaringan telepon dan siaran radio/televisi, pemakaian komputer dengan sistem online untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan jasa perhubungan, pariwisata, pendidikan serta untuk mendukung sistem pertahanan dan keamanan nasional.
Internet
Kelebihan jaringan komunikasi internet ini adalah kecepatan
mengirim dan memperoleh informasi, dan
sekaligus sebagai penyedia data yang shopisticated. Internet
juga menjadi penyedia media informasi surat kabar , program
film, TV, buku baru, serta
lagu-lagu mulai dari yang bernuansa klasik sampai lagu-lagu kontemporer. Bagi orang
muda, media internet boleh dikatakan sudah menjadi bagian budaya
mereka. Karena internet selain bisa menyediakan informasi yang serbaragam, juga
mereka bisa jadikan sebagai saluran ajang gaul untuk berkenalan dengan siapa
saja di atas bumi ini tanpa pernah bertatap muka, Itulah
kemajuan dunia komunikasi hari ini, sebuah
impian jadi kenyataan. Dari berbagai studi yang pernah dilakukan untuk menguji kemampuan
masing-masing media, ternyata ditemukan bahwa setiap media selain memiliki
kelebihan juga tidak luput dari berbagai kelemahan. Dalam pemilihan media komunikasi, perlu
diketahui bahwa penggunaan multimedia jauh lebih baik dibanding dengan single
media . Sebab kelemahan satu media bisa ditutupi oleh media yang lain. Hanya saja
penggunaan multimedia memerlukan dukungan dana yang lebih besar daripada
menggunakan satu media dengan dana relatif kecil.
BAB 11
GANGGUAN DAN RINTANGAN
KOMUNIKASI
Menurut Shannon dan Weaver, gangguan
komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu elemen
komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat
berlangsung secara efektif. Sedangkan rintangan komunikasi dimaksudkan ialah adanya hambatan
yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaimana harapan
komunikator dan penerima. Gangguan atau rintangan komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan
atas dua macam, yakni sebagai berikut.
1.
Rintangan
fisik dapat dibagi atas tiga jenis, yakni:
a.
Rintangan
geografis ialah rintangan yang disebabkan oleh kondisi alam
b. Dalam
komunikasi antarmanusia, rintangan fisik bisa juga diartikan karena
adanya gangguan organik, yakni tidak berfungsinya salah satu
panca indra pada penerima.
c. Gangguan
alat atau teknis terjadi jika salah satu alat yang digunakan dalam
berkomunikasi mengalami gangguan, sehingga
informasi yang ditransmisi melalui saluran mengalami kerusakan .
1.
Rintangan Sosial Budaya
a.
Rintangan
Semantik dan Psikologis
Gangguan semantik ialah gangguan komunikasi yang
disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan (Blake, 1979). Gangguan
semantik sering terjadi karena:
§ Kata-kata yang digunakan terlalu banyak memakai jargon
bahasa asing sehingga sulit dimengerti oleh khalayak tertentu.
§ Bahasa yang digunakan pembicara berbeda dengan bahasa
yang digunakan oleh penerima.
§ Struktur bahasa yang digunakan tidak sebagaimana
mestinya, sehingga membingungkan penerima.
§ Latar belakang budaya yang menyebabkan salah persepsi
terhadap simbol-simbol bahasa yang digunakan.
b.
Rintangan kerangka berpikir
Rintangan kerangka berpikir ialah rintangan yang
disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap
pesan yang digunakan dalam berkomunikasi. » Ini disebabkan karena latar belakang pengalaman dan pendidikan
yang berbeda.
c.
Rintangan Budaya
Di negara-negara sedang berkembang masyarakat cenderung menerima
informasi dari sumber yang banyak memiliki kesamaan dengan dirinya, seperti
bahasa, agama, dan
kebiasaan-kebiasaan lainnya.
d.
Rintangan status
Rintangan status ialah rintangan yang disebabkan karena jarak
sosial di antara peserta komunikasi, misalnya
perbedaan status antara senior dan yunior atau atasan dan bawahan.
BAB 12
PENERIMA
Penerima biasa disebut khalayak, sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decoder
atau komunikan. Khalayak adalah salah satu aktor dari proses komunikasi. Penerima dalam studi komunikasi bisa berupa individu, kelompok, dan
masyarakat. » Menjadi tugas seorang komunikator untuk mengetahui siapa yang akan
menjadi khalayaknya sebelum proses komunikasi berlangsung. » Ada tiga
aspek yang perlu diketahui seorang komunikator menyangkut khalayaknya, yakni
aspek sosiodemografik, aspek profil psikologis, dan
aspek karakteristik perilaku khalayak. Dari aspek
sosiodemografik, komunikator perlu memahami. hal-hal sebagai berikut.
1. Jenis kelamin
2.
Usia
3.
Populasi
4.
Lokasi
5.
Tingkat
pendidikan
6.
Bahasa
7.
Agama
8.
Pekerjaan
9.
Ideologi
10. Pemilikan media
Aspek profil psikologis, ialah memahami khalayak dari segi kejiwaan, di
antaranya adalah sebagai berikut.
1. Emosi
2.
Bagaimana
pendapat-pendapat mereka?
3.
Adakah
keinginan mereka yang perlu dipenuhi?
4. Adakah selama ini mereka menyimpan rasa kecewa,frustrasi
atau dendam?
Dari aspek karakteristik perilaku khalayak, perlu diketahui hal-hal sebagai
berikut.
1. Hobi
2.
Nilai
dan norma
3.
Mobilitas
sosial
4. Perilaku komunikasi
Ada tiga macam selektivitas pesan yang bisa terjadi pada
setiap penerima, yakni pemilihan informasi berdasarkan persepsi (selective
perception), pemilihan berdasarkan liputan (selective exposure), dan pemilihan
berdasarkan ingatan (selective retention). Selective perception maksudnya bahwa
penerima memberi arti pada pesan menurut persepsinya. Selective exposure
dimaksudkan bahwa orang cenderung memilih informasi berdasar liputan yang
disenanginya. Selective retention ialah pemilihan informasi yang memberi kesan
tersendiri pada penerima.
Pelapisan kelompok sasaran penerima informasi atau ide, juga dibuat oleh Rogers dengan membagi atas lima tipe, sebagai berikut.
Pembaru
Golongan ini terbuka pada
dunia luar, diterpa oleh media massa, serta
memiliki pengetahuan teknis pada bidang-bidang tertentu. Kadang-kadang
ia tidak cocok dengan lingkungannya sehingga berusaha untuk mengubahnya.
Penerima Dini
Early adopter ialah mereka yang pertama kali menerima ide- ide
baru dari pembaharu . Mereka adalah golongan yang berintegrasi dengan sistem sosial yang
ada. Biasanya mereka menjadi tempat bertanya dan minta pertimbangan
dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Penerima Mayoritas Cepat
Early Majority ialah mereka
yang tergolong sebagai penerima pesan-pesan atau ide-ide baru sebelum rata-rata
anggota lainnya menerima ide tersebut. Mereka ini tidak tergolong kelompok pimpinan, tetapi
anggota biasa yang dekat dengan jaringan pimpinan yang menerima pembaruan.
Penerima Mayoritas Lambat
Late majority ialah mereka yang menerima ide-ide baru setelah rata-rata anggota lainnya menerimanya lebih awal. Mereka menerima setelah melihat ide baru itu membawa keuntungan secara ekonomis, atau setelah ia mendapat tekanan demi keamanan dirinya.
Pengikut
Pengikut ialah mereka yang
tergolong penerima terakhir dari sistem sosial yang ada.
BAB 13
PENGARUH
Semua peristiwa komunikasi yang dilakukan secara terencana
mempunyai tujuan, yakni memengaruhi khalayak atau penerima. Pengaruh adalah salah satu elemen dalam komunikasi yang sangat
penting untuk mengetahui berhasil tidaknya komunikasi yang kita inginkan. Pengaruh
bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan , sikap
dan perilaku . Dalam komunikasi massa, pengaruh
tidak begitu mudah diketahui, sebab
selain sifat massa tersebar, juga
sulit dimonitor pada tingkat mana pengaruh itu terjadi. Dari
berbagai studi yang pernah dilakukan terhadap pengaruh dalam komunikasi, ditemukan
bahwa komunikasi massa cenderung lebih banyak memengaruhi pengetahuan dan
tingkat kesadaran seseorang, sedangkan
komunikasi antarpribadi cenderung berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang. Sumber atau Komunikator tidak bisa dipungkiri sangat menentukan besarnya
pengaruh yang terjadi pada penerima. Namun, harus diketahui bahwa pengaruh itu
tidak berdiri sendiri, melainkan juga ditentukan oleh pesan, media, dan
penerima. Untuk menciptakan komunikasi yang mengena (efektif), sebaiknya
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Sebelum melakukan komunikasi perjelas ide yang ingin
dikomunikasikan.
2.
Ujiatau
cek apa yang akan dilakukan, apakah sudah sesuai tujuan?
3.
Identifikasi
kondisi fisik dan lingkungan khalayak.
4.
Konsultasikan
dengan orang lain untuk memperoleh tanggapan yang lebih baik.
5.
Perhatikan
isi pesan maupun cara penyampaiannya.
6.
Komunikasikan
sesuatu yang punya arti dan nilai bagi Penerima.
7.
Kemukakan
jalan keluar.
8. Jadilah pendengar yang baik.
Agar komunikasi kita bisa terus langgeng dengan orang lain, maka ada beberapa tip yang perlu dikuasai oleh seorang Komunikator, yakni berusaha untuk selalu "senyum". Senyum
merupakan salah satu faktor yang paling kuat dalam mendorong produktivitas. Oleh sebab
itu, perlu disimak ungkapan leluhur orang Cina, bahwa
" Orang yang tidak bisa tersenyum jangan buka usaha". Senyum
memang memiliki rahasia dalam komunikasi, karena
itu seorang komunikator atau penerima informasi sedapat mungkin berusaha untuk
tidak berat mengumbar senyum. . Di dalam
komunikasi antarmanusia, ada beberapa perilaku buruk yang perlu dihindari,
yakni:
§ Selalu mau benar dan dominan
§ Selalu mau mengendalikan
§ Selalu mau sempurna
§ Selalu mau dipuji
§ Selalu mau kuasa
§ Selalu mau mengubah orang lain
§ Selalu mau menang sendiri
§ Selalu menyalahkan orang lain
§ Selalu ingin menciptakan konflik
Selain perilaku buruk yang perlu dihindari di atas, ada berapa hal yang
merusak atmosfer komunikasi yang ada pada manusia, yakni:
§ Cynicism — sikap sinis
§ Arrogance — sombong
§ Supertority — merasa hebat
§ Criticism — suka menggritik orang lain
§ Judgement — memvonis orang lain
§ Bullying — berperilaku kasar.
Namun dibalik itu, ada juga suasana atmosfer komunikasi yang baik yang bisa
mendorong kita menjalin hubungan dengan orang lain menjadi baik, yakni:
§ Encouragement — suka memberi dorongan
§ Trust — memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi
§ Understanding — memahami orang lain
§ Recognition — pengakuan
§ Opennes — keterbukaan
§ Acceptance — penerimaan
§ Caring — kepedulian.
Jika dalam komunikasi massa kunci keberhasilan untuk menciptakan
efektivitas komunikasi adalah kemampuan untuk merencanakan dan mengelola sumber
informasi atau pesan, dan memilih media yang tepat yang dimiliki oleh penerima,
maka dalam komunikasi antarpribadi kunci keberhasilan komunikasi dengan orang
lain adalah:
>
Kemampuan
untuk bisa hidup bekerjasama dengan orang lain, dengan kata lain:
>
Kemampuan
untuk TAHU DIRI,
>
Kemampuan
TAHU MEMBAWAKAN DIRI,
>
Kemampuan
TAHU MENEMPATKAN DIRI, dan
>
Kemampuan
untuk TAHU MERASA, dan
> Kemampuan SERBA MERASA TAHU.
Akhirnya Brent D. Ruben (1984) menyimpulkan bahwa khalayak menerima suatu
pesan bukan saja ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh semua komponen
yang mendukung terjadinya proses komunikasi.
RESUME INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR ILMU KO MUNIKASI DENGAN DOSEN PENGAMPU IBU IRMAWANTI, M.I.Kom.
NIM: C1D122025
Komentar
Posting Komentar